SINGAPURA, 2 November 2026 /PRNewswire/ — Yokogawa Engineering Asia ("Yokogawa") memperoleh hibah sebesar S$4,2 juta melalui program Energy Grid 3.0 Grant Call dari Energy Market Authority (EMA) Singapura. Program ini merupakan bagian dari Future Grid Capabilities Roadmap yang disusun EMA.
Sejalan dengan langkah Singapura yang beralih menuju energi terbarukan dan sistem energi rendah karbon, proyek ini akan mengkaji cara fasilitas industri dan aset energi terdistribusi dalam mendukung stabilitas jaringan listrik generasi baru, mempercepat dekarbonisasi, dan meningkatkan efisiensi ekonomi. Proyek ini juga akan membuka peluang baru bagi industri yang berpartisipasi.
Advanced Energy and Decarbonisation Office (AEDO), platform nasional yang berada dalam naungan Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), bertindak sebagai pelaksana yang bertanggung jawab mengelola hibah tersebut. Tanggung jawab administrasi hibah ini beralih dari EMA ke AEDO pada 1 Agustus 2026. Program tersebut mendukung proyek bertajuk "Distributed Inertia Provision from Conventional and Inverter Interfaced Assets". Proyek ini menjadi pencapaian penting bagi Sustainability Incubation Hub milik Yokogawa yang diluncurkan di Singapura pada 2024 untuk mempercepat pengembangan dan inovasi bersama di bidang teknologi iklim. Yokogawa akan memimpin proyek percontohan pertama di Singapura yang menguji layanan stabilitas jaringan listrik di fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Proyek ini memanfaatkan teknologi sensor dan kendali canggih Yokogawa, serta melibatkan National University of Singapore (NUS), Singapore Institute of Technology (SIT), dan Rexus Bioenergy Pte Ltd (RExus).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
John Chen, Direktur Eksekutif, AEDO, mengatakan, "Untuk mengatasi tantangan energi Singapura, industri dan komunitas riset perlu bekerja sama mengembangkan solusi yang dapat diterapkan di lapangan. Melalui pendanaan riset dan pengembangan (R&D) dari pemerintah, kami ingin mendorong kemitraan yang mengubah teknologi potensial menjadi penerapan praktis. Kolaborasi yang dipimpin pelaku industri, seperti proyek Yokogawa, menyatukan keahlian yang saling melengkapi untuk mempercepat inovasi energi, memperkuat kapasitas R&D Singapura, dan mendukung target dekarbonisasi jangka panjang."
Mendukung Target Net Zero Emission (NZE) dan Pesatnya Permintaan Listrik Singapura
Sektor ketenagalistrikan berperan penting dalam target Singapura untuk mencapai Net Zero Emission pada 2050. Saat ini, sektor tersebut menyumbang sekitar 40% dari total emisi negara tersebut. Seiring meningkatnya penggunaan sumber daya energi terdistribusi, sistem pembangkit listrik yang sebelumnya dikelola secara terpusat mulai beralih menuju ekosistem energi yang lebih cerdas, terdesentralisasi, dan saling terhubung. Menanggapi perubahan ini, EMA menetapkan arah pengembangan jaringan listrik melalui Future Grid Capabilities Roadmap yang mencakup riset, proyek percontohan, dan penerapan teknologi.
Eugene Toh, Assistant Chief Executive (Energy Technologies), EMA, mengatakan, "Setelah meningkatnya porsi energi terbarukan dalam sistem ketenagalistrikan Singapura, kebutuhan akan solusi yang mampu menjaga stabilitas jaringan listrik juga semakin besar. Energy Grid 3.0 Grant Call mendukung riset dan inovasi guna menjawab tantangan tersebut. Kami menyambut baik keterlibatan industri dalam mengembangkan solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan jaringan listrik Singapura di tengah transisi energi."
Yokogawa akan mendukung prioritas nasional tersebut dengan mengkaji cara fasilitas industri beralih dari sekadar konsumen energi menjadi pihak yang turut menjaga keandalan dan stabilitas jaringan listrik. Proyek ini akan meneliti potensi fasilitas industri yang sudah beroperasi, seperti pabrik pengolahan, serta infrastruktur modern, termasuk pusat data, dalam menyediakan layanan pendukung jaringan listrik tanpa mengganggu fungsi utama masing-masing fasilitas.
Dari Inovasi Keberlanjutan Menuju Penerapan Nyata
Dengan memadukan riset mutakhir dari NUS dan SIT serta keahlian operasional Yokogawa, konsorsium ini ingin mempercepat penerapan konsep jaringan listrik masa depan, dari penelitian laboratorium ke lingkungan operasional nyata, termasuk di fasilitas pengolahan sampah menjadi energi milik RExus.
Proyek ini akan mengintegrasikan Convera™ Power Plant Controller (PPC) dari BaxEnergy, perusahaan Yokogawa, dengan OpreX Collaborative Information Server (CI Server) milik Yokogawa. Convera™ PPC mengoordinasikan berbagai teknologi dan sumber energi secara real-time, sedangkan CI Server berfungsi sebagai fondasi digital yang menghimpun data operasional dari berbagai sistem dalam satu lingkungan kerja. Sebagai satu kesatuan, kedua teknologi ini akan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, pemahaman situasi operasional, dan pengembangan layanan jaringan listrik otonom di masa depan.
Fondasi Digital untuk Grid 3.0
Seiring dengan langkah Singapura yang bergerak menuju sistem energi rendah karbon dengan tingkat elektrifikasi yang semakin tinggi, proyek seperti Energy Grid 3.0 berperan penting dalam menguji model operasional baru dan membuka jalan bagi solusi yang dapat diterapkan secara luas di seluruh ekosistem energi.
Chay Kin Wah, President & CEO, Yokogawa Engineering Asia, mengatakan, "Sustainability Incubation Hub Yokogawa bertujuan menjembatani inovasi dan penerapan nyata dengan mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan mitra sektor publik guna mengatasi tantangan keberlanjutan yang kompleks. Proyek Energy Grid 3.0 merupakan perwujudan langsung dari visi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Yokogawa dalam mendampingi pelanggan menjalani transisi energi. Bersama para mitra, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya lebih tangguh dan berkelanjutan bagi sistem energi Singapura pada masa depan, namun juga dapat diterapkan di kawasan Asia Tenggara, Oseania, dan Taiwan."
Tentang Yokogawa
Yokogawa menyediakan solusi mutakhir di bidang pengukuran, pengendalian, dan informasi bagi perusahaan di berbagai industri, termasuk energi, bahan kimia, material, farmasi, dan makanan. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara efektif, Yokogawa membantu pelanggan mengoptimalkan produksi, aset, dan rantai pasok, serta transisi menuju operasi otonom (Autonomous Operation).
Didirikan di Tokyo pada 1915, Yokogawa terus berupaya mendukung terwujudnya masyarakat berkelanjutan melalui lebih dari 18.000 karyawan yang tersebar dalam jaringan global 136 perusahaan di 63 negara.
Informasi selengkapnya: www.yokogawa.com
Nama perusahaan, organisasi, produk, layanan, dan logo yang tercantum dalam materi informasi ini merupakan merek dagang terdaftar atau merek dagang milik Yokogawa Electric Corporation atau pemegang haknya masing-masing.




























