PERSDA.COM – Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menargetkan Indonesia untuk menjadi raja energi hijau dunia.
“Terus kembangkan biodiesel, bioetanol dari tebu sekaligus kemandirian gula dibutuhkan generasi emas kita harus mampu mengubah future challenge,” jelas Gibran.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Sembilan Obat Bahan Alam Terungkap oleh BPOM Mengandung Kimia Berbahaya
Dari Air Hitam Sampai Dokumen Gaib: Warga Penghuni Puri Park View Mengadu ke Kantor Presiden
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gibran menerangkan pandangannya dalam acara debat cawapres yang digelar di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Saat ini, lanjutnya, dalam mendorong keberhasilan cita-cita tersebut, salah satunya melalui pemerataan pembangunan agar perputaran ekonomi bisa merata.
“Pemerataan pembangunan itu wajib. Sekarang investasi sudah ada 53%.”
Baca Juga:
Polda Metro Tanyai Rismon Tentang YouTube Balige Academy dan Analisis Ijazah Jokowi
Ketua DPR Puan Maharani Minta Pemerintah Bubarkan Ormas Premanisme di Indonesia
Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri Absen di Sarasehan BPIP, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
“Pembangunan IKN berkelanjutan akan membuka titik akses dan juga konektivitas sekaligus membuka lapangan kerja,” lanjut Gibran.
Sementara itu, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang hadir bersama Gibran berharap agar debat cawapres 2024 dapat berjalan dengan baik.
Masyarakat, kata Prabowo, akan mengambil keputusan yang baik demi kemajuan Indonesia.
“Kita berharap dan kita yakin bahwa pemilu akan berjalan dengan baik, damai.”
Baca Juga:
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tanggapi Tuduhan Kartel Bunga Pinjaman
4 Sikap Presiden Prabowo Subianto Jadi Sorotan, Keberpihakan Pemerintah terhadap Buruh Diapresiasi
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
“Rakyat akan ambil keputusan yang baik, Indonesia akan maju,” harap Prabowo.
Debat perdana cawapres kali ini mengusung tema ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan.***

























