Upaya agar Petani Naik Kelas Terùs Dilakukan dengan Dorong Penyerapan Gabah dan Beras oleh Bulog

- Pewarta

Kamis, 23 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. (Dok. Badan Pangan Nasional)

Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. (Dok. Badan Pangan Nasional)

PERSDA.COM – Langkah pemerintah dalam menjaga kepentingan petani menjelang panen raya padi semakin mantap.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Upaya itu ditempuh melalui Perum Bulog yang ditugaskan untuk fokus serap hasil panen hingga 3 juta ton, juga akan disertai upaya upscaling Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Bulog diminta konsentrasi untuk serap 3 juta ton setara beras. Sebelumnya kan penugasannya 2,5 juta ton yang dikelola Bulog dan stok akhir tahun di 1,2 juta ton.”

“Nah nanti disiapkan lagi penugasannya kalau sudah diputuskan dalam Ratas bersama Bapak Presiden,” jelas Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.

Dia menyampaikan saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Rabu (22/1/2025).

“Penugasan 3 juta ton ini supaya lebih banyak serapnya, karena produksinya meningkat.”

“Kalau di perberasan itu, panen semester pertama itu yang paling besar.”

“Jadi nggak boleh kehilangan momentum panen raya. Paling baik Bulog itu menyerap di semester pertama.”

“IIni karena serapan Bulog di masa panen raya akan menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan tentu Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi baik,” urainya.

Secara historis, dalam realisasi pengadaan beras oleh Bulog di tahun 2024, dari total capaian 1,266 juta ton, sebanyak 727 ribu ton atau 57,4 persen diserap selama semester pertama.

Puncak serap ada di bulan Mei dengan 393 ribu ton dan April di 224 ribu ton.

Sementara untuk 2025 ini, proyeksi produksi beras bulanan akan memuncak di bulan Maret.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angkanya diestimasikan dapat menyentuh hingga 5,20 juta ton.

Tentu eskalasi produksi ini harus disikapi dengan serapan maksimal oleh Bulog.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Lebih lanjut, langkah upscaling Gapoktan diungkap Arief tengah dalam proses pelaksanaan.

Menurutnya, penciptaan diferensiasi produksi dengan dukungan pemerintah agar tidak mengandalkan gabah kering panen (GKP) saja, dapat menumbuhkan kesejahteraan kalangan petani padi.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

“Ada tugas lebih penting lagi, yakni jaga harga GKP di tingkat petani di level Rp 6.500 per kilogram. Harga petani harus dijaga.”

“Untuk membuat beras yang bagus berarti gabahnya juga harus baik. Di situ fungsi kita menyiapkan dryer (pengering).”

“Sekarang lagi disiapkan bersama teman-teman penggiling padi,” ungkap Arief.

Kementerian Pertanian pernah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) jenis vertical dryer padi dalam periode 2015-2018.

Jumlahnya 165 unit. Apabila bantuan dryer dapat kembali dioptimalisasi kembali, diyakini dapat semakin membantu Gapoktan.

Itu berdasarkan data dalam publikasi BPS ‘Potensi Pertanian Indonesia’ yang rilis pada September 2024.

“PERPADI menyiapkan list (daftar) mana yang perlu diberikan bantuan kredit dengan bunga ringan, supaya penggilingan kecil bisa naik kelas.”

“Ini karena kalau gabah di Rp 6.500, kemudian dikeringkan, setornya Gabah Kering Giling (GKG) ke Bulog kan jadi Rp 8.200,” sambungnya.

“Kalau bisa dinaikkan lagi jadi beras, bisa Rp 12.000. Jadi biar naik kelas petani kita. Nilai Tukar Petani jadi bisa lebih baik juga, Gapoktan kita ya,” tutup Arief.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan ke insan pers bahwa hasil Rakortas hari ini akan dibawa ke Ratas untuk persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Baginya, fokus pemerintah untuk memaksimalkan serapan saat panen raya melalui Bulog menjadi prioritas pemerintah saat ini.

“Pemerintah sudah memutuskan, Bapak Presiden perintah agar Bulog membeli dengan harga Rp 6.500.”

“Itu segera. (Bulog) memang harus membeli sebanyak 3 juta ton, menyerap dalam bentuk beras, kalau gabah tentu lebih banyak lagi,” terang Zulhas.

“Nah kalau 3 juta ton, tadi Bulog diskusi, minta karena bersaing dengan yang lain, minta range harganya (beras) antara Rp 12.000-12.250 (per kilogram).’

“Kami sepakat, tapi belum menjadi keputusan. Setelah (ini) kita akan bawa Ratas dulu.”

“Jadi sekarang masih berlaku Rp 12.000. Itu usulan Bulog, kami setuju di sini. Tapi nanti akan dibawa ke Ratas,” imbuhnya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Koperasipost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Persda.com dan Jazirahnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Berita Terkait

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Menuju 2060, Pertamina Hulu Energi Andalkan CCS untuk Indonesia Hijau
Mengapa Pajak Bangunan Jadi Andalan Utama Pendapatan Daerah?
Tahun Emas IPO: BEI Catat 22 Emiten, Kenaikan Saham Tembus Ribuan Persen
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Mengupas Lonjakan PBB-P2 di Daerah dan Rekomendasi Solusi dari Pakar Ekonomi
CSA Index Agustus 2025 Menggambarkan Kekuatan Fundamental Ekonomi Indonesia
Etika dan Strategi Press Release Berbayar: Transparansi di Era Media Digital

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 06:43 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:12 WIB

Menuju 2060, Pertamina Hulu Energi Andalkan CCS untuk Indonesia Hijau

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:48 WIB

Mengapa Pajak Bangunan Jadi Andalan Utama Pendapatan Daerah?

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:32 WIB

Tahun Emas IPO: BEI Catat 22 Emiten, Kenaikan Saham Tembus Ribuan Persen

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB

Pers Rilis

Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:27 WIB