Melayani Kaum Miskin Papa, Inilah Makan Malam Terakhir Romo Albrech di Kota Dili, Timor Timur

- Pewarta

Senin, 11 September 2023 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Romo Albrecht, SJ. (Dok. Ist)

Romo Albrecht, SJ. (Dok. Ist)

PERSDA.COM –  Romo Albrecht  menyudahi makan malam bersama Romo Joseph Ageng Marwata, SJ dan 3 pemuda Timor Timur. Di luar rumah, gelap  karena listrik Kota Dili padam.

Sehabis makan kurang lebih  pukul 19.30 waktu setempat Romo Albrecht masuk kamar tidur karena merasa tidak enak badan.

Kurang lebih 1 jam kemudian tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang garasi.

Karena suara tembakan itu, Ageng masuk ke dalam rumah. Sebaliknya Romo Albrecht terbangun dan bergegas ke luar rumah. Romo Ageng tak dapat mencegah rekannya ke luar.

Kepada ketiga pemuda, Romo Ageng melarang mengikuti Romo Albrecht. Romo Ageng mengikuti langkah kaki koleganya.

Di sudut garasi langkah Romo Albrecht berhenti. Demikian juga Romo Ageng.

Jarak keduanya 7 – 9 meter. Lalu Romo Albrecht berkata keras:”Siapa kamu? Apa yang kamu cari?”

“Matikan senter,” suara sahutan dari kejauhan.

Romo Ageng mematikan senter. Namun rekannya tidak justru mengulangj pertanyaan sama.

“Matikan lampu,” suara jawaban.

Refleks Romo Ageng tiarap sambil berteriak agar rekannya mematikan senter.

Terdengar  2 kali suara tembakan. Romo Albrecht jatuh. Selanjutnya terdengar suara orang berlari meninggalkan halaman rumah.

Baca Juga:

Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono Nyatakan Siap untuk Maju Jadi calon Gubernur Jawa Tengah

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pasutri Pelaku Pencurian di Minimarket Tangerang Ditangkap Polisi Usai Beraksi Sebanyak 16 Kali

Polisi Ungkap Dugaan Pemiliknya Usai Warga Tangsel Temukan Kotak Peluru 29 Butir di Rumah Kosong

Malam itu Sabtu, 11 September 1999. Jesuit asal Jerman ini dibawah ke rumah sakit militer di Dili. Hidupnya sampai di sini.

Lima hari sebelum tertembaknya Romo Albrecht atau pada 6 September 1999, Romo Tarsisius Dewanto, SJ menjadi korban kekerasan yang sama.

Romo muda ini baru tiba di Timor Timur pada 17 Agustus 1999. Romo Ageng menugaskannya belajar bahasa Tetun di Suai.

Rencana ini berantakan karena Dewanto dan 2 pastor serta 27 umat dibunuh di sebuah gereja.

November 1999, Romo Ageng bersama Komnas HAM dan Kontras yang datang dari Jakarta menggali kuburan mereka di tepi Pantai Atambua, Timor Timur.

“Dugaan saya mereka meninggal bukan karena tembakan. Dari luka – lukanya saya duga  mereka mendapat bacokan parang,” kata Romo Ageng.

Carolus “Karl” Albrecht lahir di Jerman, 19 April 1929. Ditahbiskan sebagai imam Katolik di Jerman, 27 Juli 1957.

Desember 1958 ia tiba di Indonesia dan berkarya di Girisonta, Semarang lalu dipindahkan melayani umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta.

Januari 1970 ia mendirikan CUCO (Credit Union Counseling Office). Credit Union (CU) atau Koperasi Kredit (Kopdit)berasal dari Jerman.

Bersama staf CUCO seperti Robby Tulus, Albrecht memperkenalkan CU kepada umat dan masyarakat luas. Kini 53 tahun setelah CUCO berdiri, CU berkembang di seluruh Indonesia.

Hingga akhir tahun lalu ada kurang lebih 3,4 juta orang Indonesia menjadi anggota CU.

Kurang lebih 1.000 CU primer tersebar di seluruh Indonesia. Siapa saja boleh menjadi anggota CU.

Romo  Ageng Imemperkirakan peluru yang terlontar dari senjata api pada malam itu, salah alamat.

“Saya yakin mereka sebenarnya mencari saya karena sudah beberapa kali saya mendapat peringatan.

Tetapi karena yang keluar duluan dan membawa senter Romo Albrecht, beliau menjadi korban.”

September 1999 bukanlah September Ceria seperti nyanyian Vina Panduwinata. Udara Jakarta sedang panas-panasnya demikian juga suhu politiknya terasa panas.

Selain karena Soeharto baru 16 bulan sebelumnya digulingkan kekuatan rakyat dipimpin para mahasiswa, juga karena Presiden BJ Habibie memutuskan menyelenggarakan referendum di Timor Timur.

Dili terbakar. Timor Timur membara. Provinsi tersebut terbelah dua: yang setuju tetap bergabung dengan Republik Indonesia dan yang ingin merdeka atau Timor Timur menjadi satu negara.

Sampai saat ini belum diketahui siapa yang menembak Romo Albrecht dan romo – romo lain meski dugaan kuat ini ulah milisi pro Indonesia.

Albrecht memilih menjadi seorang misionaris. Ia meninggalkan kemakmuran tanah airnya – Jerman menuju Indonesia yang baru 13 tahun merdeka.

Di tanah airnya yang baru, ia melayani kaum miskin papa. CU yang diperkenalkannya di Indonesia dimaksudkan sebagai sarana untuk mensejahterakan orang – orang miskin.

Albrecht memilih tidak kembali ke tanah kelahirannya. Ia memilih menjadi Warga Negara Indonesia dengan nama baru : Karim Arbie.

Di usia tua, atasannya menugaskan Albrecht melayani umat di Timor Timur. Di sana ia mendorong umat mendirikan Credit Union.

Hingga kini yang ditanamnya telah tumbuh. Ribuan penduduk Timor Timur menjadi anggota Credit Union.

(Peristiwa tertembaknya  para imam, penulis dapatkan dari Romo Ageng pada 1999 via e-mail dan pertemuan tatap muka dengan Romo Ageng di Jakarta, Sabtu 14 September 2019.

Oleh: Tonnio Irnawan, pegiat Credit Union tinggal di Jakarta, mantan wartawan Persda, Kelompok Kompas Gramedia (KKG).***

Berita Terkait

Insiden Penembakan Antarkelompok Terjadi di Philadelphia, AS, In iKondisi Terkini WNI di Kota Tersebut
Tim Gabungan Temukan Jasad Pemuda Didik Nugroho, Hanyut Sejauh 15 Km di Bengawan Madiun
BNPB Sebut Dipengaruhi oleh Fenomena Land Subsidence, Banjir di Kota Semarang Surutnya Lebih Lama
Pengadilan Tinggi Jakarta Vonis Rafael Alun Trisambodo 14 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta
2 Persoalan Terkait Kasus Firli Bahuri Ini Jadi Alasan yang Dorong MAKI Gugat Polda Metro ke PN Jaksel
Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H
Usai Ungguli Pilpres 2024, Prabowo Terima Ucapan Selamat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron via Telepon
IPW Lapor KPK Dugaan Terima Cashback Bank Jateng, Begini Respons Ganjar Pranowo Menurut Mahfud MD
Persda Media Network (PMN) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 15:32 WIB

Insiden Penembakan Antarkelompok Terjadi di Philadelphia, AS, In iKondisi Terkini WNI di Kota Tersebut

Senin, 18 Maret 2024 - 11:31 WIB

Tim Gabungan Temukan Jasad Pemuda Didik Nugroho, Hanyut Sejauh 15 Km di Bengawan Madiun

Senin, 18 Maret 2024 - 11:07 WIB

BNPB Sebut Dipengaruhi oleh Fenomena Land Subsidence, Banjir di Kota Semarang Surutnya Lebih Lama

Sabtu, 16 Maret 2024 - 08:19 WIB

Pengadilan Tinggi Jakarta Vonis Rafael Alun Trisambodo 14 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

Senin, 11 Maret 2024 - 07:55 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H

Sabtu, 9 Maret 2024 - 10:51 WIB

Usai Ungguli Pilpres 2024, Prabowo Terima Ucapan Selamat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron via Telepon

Sabtu, 9 Maret 2024 - 08:27 WIB

IPW Lapor KPK Dugaan Terima Cashback Bank Jateng, Begini Respons Ganjar Pranowo Menurut Mahfud MD

Jumat, 8 Maret 2024 - 19:30 WIB

Kasus Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie Jalan Terus, Bareskrim Sudah Periksa Rosan Roeslani

Berita Terbaru