![]() |
SINGAPURA, 29 April 2026 /PRNewswire/ — ABC Impact, perusahaan impact investment asal Singapura yang berfokus di Asia, meluncurkan laporan tahunan "2025 Impact Review" yang tersedia melalui www.abcimpact.com.sg. Melalui laporan ini, ABC Impact memaparkan progres dari dua dana investasi yang dikelola sepanjang 2025, mencakup kinerja portofolio, dinamika sektor, serta pendekatan dalam menciptakan nilai tambah dan mengukur dampak.
Kinerja Portofolio Investasi dan Dampaknya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gambaran umum dari portofolio investasi ABC Impact hingga 31 Desember 2025:
- Total aset kelolaan: sekitar USD 900 juta
- Modal yang telah disalurkan Fund I dan II: sekitar USD 500 juta melalui 20 investasi
- Lima investasi baru sepanjang 2025
- Penurunan emisi sebesar 2.278.792 ton, menjangkau 5.420.388 pasien, serta memberikan manfaat kepada 7.849.842 individu dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Tahun yang Penuh Pertimbangan
Berhadapan dengan berbagai tantangan sepanjang 2025, ABC Impact tetap menjalankan strategi investasi secara terukur — mengutamakan kondisi fundamental, bukan siklus pasar. CEO David Heng mengatakan, "Dinamika sektor perdagangan, disrupsi AI terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja, serta kondisi geopolitik yang tak menentu terus mewarnai tahun 2025 sehingga membutuhkan pertimbangan cermat." "Perusahaan portofolio ABC Impact berfokus pada kebutuhan struktural—seperti transisi energi, akses keuangan, dan layanan kesehatan—yang menopang daya tahan masyarakat dalam jangka panjang. Pertimbangan mengenai dampak positif bukan sekadar pelengkap, namun menentukan kualitas investasi."
Goh Yew Lin, Chairman, ABC Impact, menambahkan, "Dalam jangka panjang, peluang investasi terbaik biasanya muncul ketika imbal hasil finansial selaras dengan dampak sosial. Asia menjadi pusat dari dinamika ini—sebuah wilayah yang sangat membutuhkan transisi energi, peningkatan akses keuangan, dan inovasi layanan kesehatan. Hal ini mendorong lahirnya perusahaan yang lebih tahan uji dan berdampak jangka panjang."
Asia: Permintaan Struktural dan Peluang Jangka Panjang
Lewat laporan ini, ABC Impact menyoroti kembali prioritas geografis dan sektor. Dengan kebutuhan struktural yang tinggi, populasi besar, dan layanan yang masih terfragmentasi, Asia menjadi lahan strategis bagi pelaku sektor swasta yang ingin berkembang secara lintaspasar dalam jangka panjang. Laporan ini mengulas dinamika tersebut di Tiongkok, India, dan Asia Tenggara, serta posisi portofolio investasi ABC Impact di sektor kesehatan, inklusi keuangan, dan solusi iklim.
Pendalaman Strategi di Sektor Kesehatan
Laporan 2025 menyoroti langkah ABC Impact dalam memperkuat fokus di sektor layanan kesehatan yang mencakup platform kesehatan terintegrasi, jaringan dialisis, obat CNS (gangguan sistem saraf pusat), hingga teknologi medis—mencerminkan pendekatan menyeluruh di sepanjang rantai nilai layanan kesehatan.
Di Filipina, AC Health—platform terintegrasi yang mencakup rumah sakit, klinik, apotek ritel, dan distribusi farmasi—terus memperluas jangkauan nasionalnya. Pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 36% turut mencerminkan ekspansi jaringan dan peningkatan utilisasi layanan, seiring permintaan layanan kesehatan swasta yang melampaui kapasitas sistem publik.
Di India, DCDC Kidney Care memiliki salah satu jaringan dialisis terbesar dengan lebih dari 110.000 sesi per bulan di lebih dari 250 pusat yang tersebar di 13 negara bagian. Model bisnisnya berbasiskan kemitraan publik-swasta dengan rumah sakit pemerintah. Dengan demikian, DCDC Kidney Care melayani pasien tergabung dalam program asuransi sosial, serta segmen pasien yang lebih luas melalui jaringan pusat mandiri.
Di Tiongkok, NeuroGen mengembangkan platform farmasi independen di bidang sistem saraf pusat, menggabungkan portofolio terapi neurologis dengan rencana lisensi aktif. Dengan sekitar satu dari tiga penduduk Tiongkok terdampak kondisi CNS, platform ini menjawab kebutuhan akses dan kesinambungan pengobatan.
Dalam bidang inklusi keuangan, Vistaar Finance menyalurkan pembiayaan sekitar INR 17 miliar (sekitar USD 190 juta) sepanjang 2025, dengan total portofolio pinjaman yang melampaui INR 50 miliar (sekitar USD 600 juta). Perusahaan ini melayani UMKM di wilayah pedesaan dan semi-perkotaan melalui model pembiayaan berbasiskan cabang, dengan sekitar 35% nasabah berasal dari wilayah pedesaan.
Penciptaan Nilai dan Tata Kelola Perusahaan
Laporan ini juga mengulas pendekatan ABC Impact sebagai pemegang saham minoritas aktif, mencakup keterlibatan di level komisaris, perencanaan aksi ESG dan dampak, dukungan operasional, serta strategi permodalan. ABC Impact juga menyediakan anggaran bantuan teknis yang didanai dari biaya pengelolaan untuk membantu perusahaan portofolio meningkatkan kemampuan dalam mengukur dan melaporkan dampak positif. Bagian tata kelola memuat struktur dewan komisaris, proses investasi, serta pendekatan transparansi dalam pelaporan kepada investor.
Tentang ABC Impact
ABC Impact merupakan perusahaan impact investment yang berfokus di Asia dan mengelola aset senilai lebih dari USD 900 juta dalam dua dana investasi. ABC Impact berinvestasi pada perusahaan yang menjawab tantangan struktural di bidang iklim dan transisi energi, kesehatan, inklusi keuangan dan digital, serta pangan dan pertanian berkelanjutan, dengan fokus pada Asia. Selain didukung oleh Temasek Trust, Temasek, Asian Development Bank, serta investor institusi lainnya, ABC Impact juga menjadi anggota Principles for Responsible Investment (PRI) dan Operating Principles for Impact Management (OPIM).
Informasi selengkapnya: www.abcimpact.com.sg


























